Partisi Ruangan

Partisi/penyekat ruang tidak hanya berperan sebagai pemisah dua ruang yang berbeda fungsi. Kini banyak yang memanfaatkannya sebagai elemen yang juga mempercantik ruang. Cara memisahkan ruang secara fungsional umumnya dilakukan dengan pemberian sekat pada ruang atau dengan pengelompokkan perabot. Awalnya penyekat berupa dinding masif yang terbuat dari material batu bata, kayu, atau gypsum.

Namun seiring dengan perkembangan dunia interior dan kebutuhan akan keindahan, penyekat ruangan tidak lagi terbatas pada dinding yang bersifat permanen seperti konsep awal. Para penata ruang kemudian mulai menggunakan pemisah ruangan yang sifatnya dapat dipindah atau digeser. Hal ini memungkinkan dua orang yang terpisah secara fungsional sewaktu-waktu dapat disatukan kembali.

Masalah Privasi

Tak jarang pemakaian partisi, terutama pada rumah mungil, akan membuat rumah terasa kian sempit. Alternatifnya adalah dengan pengelompokan perabot. Biasanya fungsi ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang makan berada pada satu ruangan. Pembagiannya dilakukan dengan pengelompokan perabot sesuai fungsi masing-masing ruang.

Akan tetapi, solusi ini juga menyisakan satu masalah, yaitu privasi. Kondisi ruang blong alias tanpa sekat membuat makan menjadi kurang nyaman ketika ada rekan/orang yang berkunjung kerumah kita,misalnya saja karena malu bila terlihat sedang bersantap dengan keluarga.

Pertimbangan Sebelum Membuat Partisi

Ada dua pertimbangan penting saat menghadirkan penyekat dirumah, yaitu sebagai batas pandangan dan batas area. Untuk hal ini, posisi penyekat akan menentukan pilihan bahan yang digunakan. Jika sekadar menutupi pandangan, tentunya tidak perlu bahan yang kuat, apalagi jika letaknya tidak perlu bahan yang kuat, apalagi jika letaknya tidak memungkinkan. Namun, bila penyekat menjadi batas wilayah rumah dengan lingkungan luar, tentu faktor keamanan harus diperhatikan. Maka bahan yang kuat dapat dipilih sebagai dinding penyekat.

Sketsel yang Fleksibel

Untuk menyiasati masalah ini, para perancang interior membuat partisi yang lebih ramping dan dapat dengan mudah dipindahkan (movable). Dengan batuan alat yang sering disebut sebagai sketsel ini, pembagian fungsi ruang dapat berjalan dengan optimal. Dengan demikian, privasi tercipta. Kesan sempit pun bisa dihindari. Karena sifatnya yang fleksibel, partisi bisa dipindah-pindah, bahkan dilipat, untuk disimpan setelah selesai digunakan. Anda pun tetap bisa menuntaskan makan siang dengan nikmat tanpa perlu takut ketahuan.

Sketsel untuk rumah, menurut Huni, terdiri dari dua jenis, yakni yang menggunakan sistem lipat dan sistem lurus dengan dudukan kaki dibawahnya. Sketsel model lipat yang memiliki ukuran normal lebar 50 cm dan tinggi 175 cm, biasa digunakan sebagai pembatas ruang tamu dan ruang tengah atau ruang makan.