Dalam dunia aristektur, tentunya kita sering menghadapi keadaan dimana terdapat ruangan yang ingin diberikan pembatas namun tidak secara permanen/masif. Solusi untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah dengan mengaplikasikan Sketsel. Sketsel adalah nama lain dari pembatas ruang atau partisi dimana sketsel merupakan bagian dari sekat rumah yang bertujuan untuk membagi ruangan menjadi beberapa bagian yang terpisah. Wujudnya bisa berupa penyekat permanen/masif yang tidak dapat dipindahkan dan ada pula yang berupa penyekat non permanen yang ringan sehingga dapat lebih fleksibel dalam peletakannya.
Sketsel atau pembatas ruang banyak di pergunakan oleh para desainer interior dan juga arsitek sebagai solusi untuk membagi ruangan ke beberapa ruangan berbeda secara terpisah menurut zona ruang yang direncanakan.
Ada beberapa jenis sketsel atau pembatas ruangan seperti partisis, tirai/ layar, shoji ataupun dinding. Sketsel dapat terbuat dari beberapa bahan antara lain kayu, kanvas, rotan dengn arangka kayu yang dinayam ke kerangka kayu, vinyl dan beberapa bahan alternatif lainnya. Dimana fungsi sketsel dapat bermacam macam, selain sebagai penyekat ruangan juga dapat dijadikan sebagai penunjang estetika ruangan dan untuk perlindungan serta dapat pula sebagai batas privasi penghuni.
Bahan adalah komponen yang sangat berpengaruh pada pembuatan sketsel. Berawal dari menentukan bahan, muncul kreativitas menciptakan model yang sesuai untuk membangun kesan ruang yang diinginkan.
Bahan-bahan seperti besi, kayu, ataupun multipleks tentu sudah Anda kenal. Pernahkah Anda membayangkan bahwa dari bahan-bahan itu dapat tercipta tampilan yang menarik dan estetik jika didesain dengan kreatif ?… Bahkan Anda akan temui bahan-bahan yang sangat sederhana dan sepele yang selama ini Anda biarkan begitu saja, ternyata setelah dirangkai, dapat menjadi partisi yang indah. Berikut adalah bahan-bahan yang biasa digunakan untuk partisi beserta kesan yang ditampilkan.
– KAYU
Dalam penggunaannya sebagai partisi, kayu tampil dalam berbagai wujud, seperti panel polos yang non permanen/permanen, rak buku, buffet pajangan, atau lemari “dua wajah”.
Bentuknya pun bermacam-macam. Dapat merupakan papan solid atau dapat berbentuk bilah-bilah kecil yang disusun horizontal atau vertical, balok, papan, bahkan ruas-ruas akar atau ranting yang dibiarkan menjulur alami. Pengaplikasiannya dikombinasikan dengan bahan alami seperti multipleks, kaca, batuan alam, atau kain.
Jenis kayu pada umumnya dipilih yang mempunyai permukaan rata atau tekstur yang cantik. Namun, pada desain tertentu justru sering dipilih jenis yang sebaliknya, yang kasar dan tidak beraturan. Kuncinya, sesuaikan dengan karakter ruang yang ingin diciptakan.
3 Hal penting jika memakai kayu sebagai partisi
1. Pilih bahan sesuai karakter yang ingin dibangun
2. Perhatikan peletakkan partisi pada ruang
3. Gunakan finishing yang sesuai
– ROTAN
Ciri khas bahan rotan adalah tak berongga tapi memiliki batang yang solid dan kuat sehingga sangat tepat bila dijadikan bahan penyekat ruang.
Yang banyak beredar dipasaran biasanya adalah penyekat rotan yang sifatnya non permanen (dapat dipindah-pindah). Karena sifata bahannya yang lentur dan mudah dibentuk, model partisi rotan sangat beraneka ragam. Kesan yang didapat dengan pemakaian bahan ini adalah unik, cantik, dan natural.
– RANTING & AKAR-AKARAN ALAMI
Ingin kesan natural pada interior ? Pakailah bahan dari ranting pohon dan akar-akaran.
Ranting dan akar-akaran punya tampilan yang unik dan eksotik. Aplikasi penggunaan bahan ini biasanya dilengkapi dengan rangka untuk menyatukan ranting dan akar agar tidak mudah terlepas. Untuk mendapatkan bahan ranting dan akar-akaran ini, anda bisa membeli ranting kering dipenjual bunga atau memanfaatkan ranting-ranting sisa pembakaran pohon.
– BESI-BESI TEMPA
Besi sebagai partisi dapat berkesan ringan ataupun berat, bergantung pada desainnya.
Selain sebagai penyekat ruang, dengan sifat bahannya yang keras, besi dapat berfungsi menjaga keamanan bagi yang menggunakan partisi dari besi (lebih-lebih yang permanen) akan susah ditembus, kecuali dengan cara membukanya melalui akses yang sudah ditentukan.
Bahan ini dapat diaplikasikan untuk penggunaan eksterior maupun interior. Apa pun model dan peletakannya, satu yang penting adalah pemilihan finishing yang tepat agar besi terlindung dari korosi.
– PVC & AKRILIK
PVC yang dipadukan dengan akrilik juga bisa diterapkan untuk bahan pembuat partisi.
Bahan PVC (poly vinyl chloride), jenis bahan untuk membuat plastic, punya kelebihan tidak akan berkarat dan lapuk serta tidak disukai rayap. Selain itu, sekalipun masuk dalam kategori plastik, PVC tidak liat dan tidak mudah pecah.