Luasan Dapur Yang Ideal Untuk Memasak

Percuma memiliki dapur yang mewah dengan perlengkapan maksimal jika penghuni lebih suka makan diluar rumah.  Memiliki dapur dengan luasan yang pas adalah solusi yang efektif agar kita lebih semangat dan betah untuk membuat makanan untuk keluarga tercinta. hehe.

Dari dapur segala aktifitas dalam rumah tangga dimulai. Kegiatan memasak dan sarapan dipagi hari menjadi rutinitas untuk mengawali hari yang baik. Tak hanya sekedar acara santap pagi, acara tersebut juga dimanfaatkan untuk mengakrabkan dan berinteraksi antar anggota keluarga. Hal tersebut membuat dapur sebagai kebutuhan yang vital dan esensial dalam sebuah hunian. Dalam merancang sebuah dapur, menetapkan sebuah luasan merupakan langkah yang sulit. Mengapa dikatakan sulit? Karena untuk memperoleh angka luasan yang pas, banyak hal perlu dipertimbangkan agar dapur tidak hanya fungsional namun juga nyaman.

Daftar kebutuhan

Langkah pertama adalah membuat sebuah daftar. Daftar ini berisi poin-poin keinginan dan kebutuhan seluruh penghuni rumah, antara lain sebagai berikut.

  • Aktivitas apa saja yang akan dilakukan dan jumlah orang yang akan bekerja didalam sebuah dapur.
  • Jumlah anggota keluarga dan jumlah makanan yang biasa dibuat.
  • Jenis makanan yang akan dimasak. Proses pembuatan makanan cepat saji dengan rangkaian masakan tradisional kaya bumbu tentu saja berbeda.
  • Perangkat yang akan digunakan atau yang telah dimiliki. Ukuran perangkat yang berbeda-beda berpengaruh terhadap desain dan ukuran kitchen set.
  • Besarnya biaya yang dianggarkan untuk membuat dapur. 

Traffic Flow

Selain tergantung pada lahan yang dimiliki, luasan sebuah dapur juga tergantung dari pergerakan pengguna (Traffic Flow) dapur itu sendiri, akan tetapi untuk luasan minimal, setidaknya sebuah dapur memiliki lebar 2 m dan panjang 3 m. Hasil penelitian gerak manusia (moving studies) diperlukan agar kenyamanan bekerja didapur diperoleh. Beberapa pola gerakan yang perlu dihitung, antara lain mengambil barang dikabinet atas, membersihkan bagian dalam kabinet bawah. Jangan sampai aktivitas pengguna dapur bertabrakan karena ruang yang sempit. Solusinya adalah dengan membuat rancangan yang menyeluruh dan cermat.

Segitiga Kerja

Segitiga kerja (work triangle) adalah pembagian arus pergerakan paling dasar khusus untuk dapur. Pembagian ini menjelaskan 3 akivitas utama yang dilakukan didapur.

  • Yang pertama adalah kegiatan menyimpan bahan makanan. Untuk menyimpan bahan makanan ini diperlukan area penyimpanan, yakni kabinet, rak, dan lemari es.
  • Kegiatan yang kedua adalah mempersiapkan bahan, yaitu mencuci, meracik, dan memotong bahan makanan. Untuk keperluan ini area persiapan, yang mencakup meja dan bak cuci (sink) diperlukan. Dengan menempatkan sink pada akses menuju kulkas dan kompor, alur kegiatan akan semakin mudah.
  • Kegiatan yang ketiga, yang juga merupakan kegiatan inti, adalah memasak yang memerlukan area yang ideal untuk memasak. Untuk kegiatan ini diperlukan tempat meletakan kompor, microwave, atau oven.

Ketiga area esensial tersebut idealnya tidak boleh diletakkan sembarangan karena peletakannya berpengaruh pada tingkat kenyamanan pengguna bekerja. Sebaiknya membentuk alur segitiga yang berhubungan, sehingga jika pekerjaan akan diulang alurnya akan tetap sama dan tidak mengganggu pekerjaan lainnya.

Ergonomis

Berbagai penelitian dilakukan untuk mendapatkan suatu ukuran baku kenyamanan agar setiap aktivitas dapat dilakukan dengan sebutan ukuran yang ergonomis. Selain nyaman, menggunakan ukuran standar ergonomis juga dapat lebih menghemat biaya yang dikeluarkan karena tidak ada anggaran untuk pekerjaan bongkar ulang.

Didalam sebuah dapur, terdapat ukuran-ukuran ergonomis yang sebaiknya diterapkan. Berikut adalah ukuran-ukuran penting untuk diperhatikan.

  • Ketinggian meja dapur tempat bak cuci, kompor, dan meja kerja sebaiknya setinggi pinggul, yaitu 85 cm-90 cm dari lantai. Agar saat bekerja, posisi tangan tidak terlalu tinggi atau rendah yang mengakibatkan pegal.
  • Jarak antara meja dapur dengan dasar kabinet atas sekitar 50cm-60cm. Ini adalah jarak ideal agar barang didalam kabinet atas dapat dijangkau dengan mudah.
  • Lebar meja dapur yang nyaman sekitar 60cm. dengan ukuran ini, tangan dapat dengan leluasa bergerak dan memungkinkan kompor dan bak cuci standar terpasang.
  • Daerah kerja, yaitu daerah bebas yang harus ada antara meja dapur yang letaknya berhadapan, setidaknya harus berjarak 90cm. jarak tersebut untuk mewadahi kebutuhan orang berdiri dan bekerja didapur, serta membungkuk dan berjongkok saat mengambil barang dari kabinet bawah. Jika merangkap jalur sirkulasi, jarak tersebut minimum 150cm.
  • Lebar kabinet atas sebaiknya tak lebih dari 35 cm,agar kepala tak terantuk saat memotong atau mempersiapkan makanan.
  • Lekukan dibawah kabinet sekitar 10 cm ditujukan agar orang dapat berdiri tegak menghadap meja dapur tanpa ujung kaki berkonflik dengan kabinet. Selain itu, lekukan tersebut berguna pada saat mengepel lantai. Pintu kabinet dapat terjaga kebersihan dan kelembapannya karena tidak ternoda kain pel yang kotor dan basah.