Furniture Rotan

Rotan Sebagai Solusi Alternatif Produk Interior

Mahalnya harga kayu mendorong masyarakat berpikir kreatif mencari alternatif bahan baku dalam proses pembuatan furniture. Rotan adalah salah satunya. Karakteristik rotan yang ulet dan kuat cocok dijadikan bahan baku furniture.

Rotan di indonesia banyak jenisnya, masing-masing memancarkan keindahan alami dan dapat dipadupadankan dengan berbagai material seperti pelepah pisang (abacca), pandan laut (seagrass) dan eceng gondok. Paduan bahan-bahan ini memberikan alternatif selain kayu.

Kursi rotan dan kursi unik kian kaya ragam dan fungsinya. Gaya kursinya beragam mulai dari klasik, modern hingga modern. Keindahan kursi rotan terletak pada detail anyaman dan motif dekoratif. Selain itu kursi rotan pun harus nyaman (ergonomis), enak diduduki dan tidak membuat badan pegal.

Menempatkan kursi rotan pada interior dan eksterior perlu memerhatikan gaya interior rumah yang ada. Sesuaikan model kursi rotan dengan nuansa yang ingin diciptakan pada interior rumah anda.

Manfaat rotan sebagai bahan baku pembuatan produk interior, khususnya kursi rotan sangat berkaitan dengan kreativitas dan keterampilan tangan para pengrajin. Saat ini, ada kecenderungan konsumen di Eropa, Amerika, dan Asia yang terpesona dan melirik produk kursi yang terbuat dari bahan alami, seperti rotan karena alasan estetik dengan sentuhan etnik serta ramah lingkungan.

Bahan Pendukung Produk Interior Rotan

Tak ada rotan, bahan lain pun jadi. Hehe.., itu hanya peribahasa ya.. Didalam perkembangannya, kursi rotan tidak terikat oleh keberadaan bahan baku rotan. Walaupun tetap menggunakan menggunakan bahan dasar rotan, para perajin mulai kreatif menggunakan alternative bahan lain, sehingga desain tampak lebih variatif.

Sejak awal tahun 1996-an, para perajin di sentra-sentra industri furniture rotan mulai berani membuat kursi dari eceng gondok, pandan (seagrass), pelepah pisang, kulit sapi, dan plastik (rotan sintetis). Bahan-bahan tersebut dIkombinasikan dengan rotan. Pada umumnya, eceng gondok, pandan, pelepah pisang, dan plastik dianyam, dililit, atau dikepang untuk keperluan sandaran dan dudukan kursi.

Kerangka masih tetap menggunakan batangan rotan, terkadang kayu mangga atau nangka untuk kerangka yang tertutup anyaman. Adapun rangka kayu yang digunakan untuk kaki atau sandaran yang dimunculkan karakter kayunya cenderung menggunakan jenis kayu mahoni, pinus, atau meranti. Terkadang, rangka kursi rotan juga menggunakan besi atau aluminium.

Desain Rumah Ramah Lingkungan

Desain Rumah Ramah Lingkungan ( Green Design )

Merancang Rumah Ramah Lingkungan

Saat ini isu lingkungan menjadi topik yang hangat diperbincangkan oleh masyarakat. Rumah tinggal kita sebagai unit terkecil juga memiliki kontribusi besar terhadap baik buruknya keberlanjutan lingkungan baik secara fisik maupun sosial.

Oleh Karena itu proses perancangan rumah harus dipikirkan secara matang, bukan hanya indah, tapi juga harus berfungsi baik. Termasuk terciptanya keseimbangan antara nilai arsitektur dan unsur alam. Pendekatan perancangan ini sering disebut sebagai desain ramah lingkungan (Green Design).

Kita sebagai pengguna lingkungan hendaknya menyadari akan pentingnya keberadaan pohon dan tanaman sebagai salah satu “mesin terbesar” pemakan CO2 diudara, yang dapat mengurangi terjadinya pemanasan global dimuka bumi. Desain rumah jika tidak memiliki penghijauan akan menjadi kering, dan (sebaliknya) menjadi lengkap dan asri ketika ada unsur hijaunya.

Penghijauan dan peresapan harus menjadi isu utama secara umum. Estetika yang dibuat arsitek atau developer harus menunjang hal tersebut. Jangan ada kekhawatiran pada diri kita bahwa penghijauan membuat penampilan rumah menjadi jelek dan kotor. Kita bisa mengantisipasinya dengan memilih jenis tanaman yang daunnya tidak cepat rontok, jenis akarnya tidak menjalar ke mana – mana dan tidak mudah tumbang/roboh.

Atap Rumput

Penghijauan bisa ditempatkan dibagian atas dengan desain atap rumput, untuk menggantikan area hijau dibawah yang terpakai oleh bangunan. Meski tidak bisa menyerap air, setidaknya dapat berfungsi menyerap CO2 dan menyejukkan mata. Ruang dibawahnya juga cenderung dingin.

Agar rumput tumbuh bagus, kedalaman tanah pada atap dak beton minimal 25 cm. Sebelumnya dak beton diberi lapisan waterproofing agar tidak rembes dan roofdrain untuk mengalirkan air. Media tanam setelah tanah harus diberi lapisan ijuk dan kerikil sebagai rembesan agar air tidak menggenang.

Dengan tambahan akses, bagian atap yang ditanami rumput juga bisa memberi nilai tambah. Misalnya untuk pesta outdoor atau barbeque. Selain atap rumput, tampilan dinding beton juga bisa diberi tanaman rambat sehingga tampak hijau dan menarik.

Secondary Skin

Mengurangi penggunaan alat pendingin udara (AC) juga cara bijak agar rumah lebih ramah lingkungan. Biarkan aliran udara alami mendinginkan rumah dengan membuat ventilasi silang. Yakni, menempatkan dua bukaan (Jendela, Lubang angin) pada posisi yang berseberangan.

Untuk menahan panas masuk rumah, sebaiknya teritisan atap dibuat lebih lebar. Atau membuat secondaryskin alias kulit kedua. Secondary skin adalah lapisan kedua pada sebuah bangunan dimana fungsi dari secondary skin utamanya adalah untuk penahan sinar matahari langsung. Penemarapan secondary skin banyak terdapat pada bangunan yang berada di daerah yang beriklim tropis. Contoh dari penerapan secondary skin yang banyak diaplikasikan oleh masayarakat adalah penerapan dan penggunaan gordyn pada belakang kaca.

Elemen ini ditempatkan pada bagian terluar jendela kaca, dinding kaca, balkon, teras atau pintu. Bentuknya dapat berupa teralis besi, kisi-kisi kayu atau kerawangan dari batu bata. Bisa juga berupa tanaman rambat. Penambahan elemen ini dapat memberi privasi dan perasaan lebih aman. Tampilan rumah juga lebih indah.

Material

Utamakan material produksi lokal atau bahan daur ulang. Kurangi penggunaan kayu tua, gantikan dengan kayu lapis hasil pabrikasi. Pilih cat berbahan dasar air (waterbased) yang aman bagi kesehatan, baik untuk dinding maupun pelitur furniture. Hindari penggunaan material yang bisa mengeluarkan  zat yang mudah menguap ke udara.

Misalnya, cat berbahan dasar minyak (solvent), lapisan melamik, particle board, bahan adesif, bahkan karpet. “Baunya bisa tidak hilang berbulan-bulan sehingga dapat mengganggu kesehatan dan perubahan tingkah laku.

Mengatur Sirkulasi Udara Dirumah

Ventilasi Udara Harus Sesuai Dengan Kebutuhan Pergantian Udara

Rumah sehat dan nyaman tidak hanya ditentukan oleh kualitas pencahayaan tapi juga sirkulasi udaranya. Agar distribusi udara berjalan dengan baik ruangan harus didukung oleh sistem ventilasi yang baik. Sirkulasi udara adalah proses pergantian udara di ruangan dengan memasukan udara dari luar dan membuang udara di dalam keluar ruangan. Rumah butuh aliran udara yang memadai. Caranya dengan menciptakan ventilasi  udara yang tepat dan terkonsep alur sirkulasi udaranya.

Ventilasi merupakan bukaan permanen yang diterapkan pada dinding agar bisa mengalirkan udara secara tetap ke dalam ruangan. Jendela dan pintu memang mengalirkan udara tetapi tidak selalu terbuka. Umumnya ventiasi di rumah berupa kisi-kisi di atas jendela dan pintu yang membiarkan udara mengalir tergantung kecepatan angin yang ada.

Kini orang cenderung mengabaikan ventilasi udara, Desain interior dan eksterior lebih dipentingkan karena di anggap sebagai tolak ukur kenyamanan dan keindahan sebuah hunian. Padahal faktor pergantian  udara dan penemapatan posisi bukaan sirkulasi udara yang benar akan membuat rumah lebih sehat juga tampak lebih estetik.

Ventilasi Silang

Perputaran udara yang dibutuhan tergantung fungsi ruang yang diukur dari pergantian udara perjam. Pada kamar tidur misalnya 2/3 volume ruangnya harus diganti dengan udara baru setiap jam, Bila luas kamar 3x4x3 = 36 m berarti ruang kamar memerlukan pergantian udara 24 m2/jam. Kamar mandi perlu sirkulasi udara 6x volume ruang nya, Kamar mandi berukuran 2x2x3 butuh pergantian udara 72m2/jam.

Ventilasi yang baik pada rumah adalah ventilasi silang. Terlebih pada daerah tropis yaitu berupa bukaan depan dan bukaan belakang. Misalnya, melalui pembuatan taman depan dan belakang. Ventilasi silang memungkinkan udara yang masuk dari depan dikeluarkan melalui area belakang. Perputaran udara berlangsung lancar dengan volume udara yang masuk dan keluar sama serta seimbang.  Jadi, tidak ada udara kotor yang berkumpul ditengah bangunan akibat perebutan udara oleh penghuni.

Ruang yang tinggi juga dapat sebagai isolator yang baik karena bisa meminimalisir panas di dalam ruangan. Ketinggian plafon minimal tiga meter sehingga ruangan terkesan lega dan memudahkan sirkulasi udara.

Sirkulasi Udara yang baik juga bisa didapatkan dari bukaan jendela yang lebar, Sebaiknya minimal 30 persen dari luas ruangan. Bila lahan tak memungkinkan, sebaiknya membuat ruangan terbuka ditengah bangunan. Ruang bisa berbentuk taman yang ditutup dengan penutup transparan.