Ventilasi Udara Harus Sesuai Dengan Kebutuhan Pergantian Udara
Rumah sehat dan nyaman tidak hanya ditentukan oleh kualitas pencahayaan tapi juga sirkulasi udaranya. Agar distribusi udara berjalan dengan baik ruangan harus didukung oleh sistem ventilasi yang baik. Sirkulasi udara adalah proses pergantian udara di ruangan dengan memasukan udara dari luar dan membuang udara di dalam keluar ruangan. Rumah butuh aliran udara yang memadai. Caranya dengan menciptakan ventilasi udara yang tepat dan terkonsep alur sirkulasi udaranya.
Ventilasi merupakan bukaan permanen yang diterapkan pada dinding agar bisa mengalirkan udara secara tetap ke dalam ruangan. Jendela dan pintu memang mengalirkan udara tetapi tidak selalu terbuka. Umumnya ventiasi di rumah berupa kisi-kisi di atas jendela dan pintu yang membiarkan udara mengalir tergantung kecepatan angin yang ada.
Kini orang cenderung mengabaikan ventilasi udara, Desain interior dan eksterior lebih dipentingkan karena di anggap sebagai tolak ukur kenyamanan dan keindahan sebuah hunian. Padahal faktor pergantian udara dan penemapatan posisi bukaan sirkulasi udara yang benar akan membuat rumah lebih sehat juga tampak lebih estetik.
Ventilasi Silang
Perputaran udara yang dibutuhan tergantung fungsi ruang yang diukur dari pergantian udara perjam. Pada kamar tidur misalnya 2/3 volume ruangnya harus diganti dengan udara baru setiap jam, Bila luas kamar 3x4x3 = 36 m berarti ruang kamar memerlukan pergantian udara 24 m2/jam. Kamar mandi perlu sirkulasi udara 6x volume ruang nya, Kamar mandi berukuran 2x2x3 butuh pergantian udara 72m2/jam.
Ventilasi yang baik pada rumah adalah ventilasi silang. Terlebih pada daerah tropis yaitu berupa bukaan depan dan bukaan belakang. Misalnya, melalui pembuatan taman depan dan belakang. Ventilasi silang memungkinkan udara yang masuk dari depan dikeluarkan melalui area belakang. Perputaran udara berlangsung lancar dengan volume udara yang masuk dan keluar sama serta seimbang. Jadi, tidak ada udara kotor yang berkumpul ditengah bangunan akibat perebutan udara oleh penghuni.
Ruang yang tinggi juga dapat sebagai isolator yang baik karena bisa meminimalisir panas di dalam ruangan. Ketinggian plafon minimal tiga meter sehingga ruangan terkesan lega dan memudahkan sirkulasi udara.
Sirkulasi Udara yang baik juga bisa didapatkan dari bukaan jendela yang lebar, Sebaiknya minimal 30 persen dari luas ruangan. Bila lahan tak memungkinkan, sebaiknya membuat ruangan terbuka ditengah bangunan. Ruang bisa berbentuk taman yang ditutup dengan penutup transparan.
